Sabtu 23 September 2006
Minggu 10 September 2006
Pelajaran Start-Up Perusahaan
Budi Rahardjo2
PT INDO CISC
e-mail: budi@indocisc.com
Juni 2003
Akhir-akhir ini banyak orang berbicara tentang entrepreneurship. Mahasiswa digiring untuk menidirikan usaha sendiri dengan iming-iming menjadi Bill Gates kedua. Apakah semudah itu? Jika memang semudah itu, mengapa kita belum mendengar cerita sukesnya? Tulisan ini mencoba menceritakan suka dukanya membuat usaha sendiri, atau yang dikenal dengan istilah mendirikan start-up. Tulisan ini berdasarkan kepada pengalaman penulis yang mungkin tidak dapat digeneralisir menjadi kaidah umum dalam perjalanan mendirikan perusahan. Paling tidak, tulisan ini mencoba menceritakan pelajaran yang penulis peroleh. Untuk itu tulisan ini tidak terlalu formal.
Daftar Isi
Awal Perjalanan
Bagian ini akan menceritakan awal perjalanan saya dalam mengembangkan start-up, yaitu ketika di Kanada.
Software & hardware house: Iqra Biomedical
Keinginan saya untuk mendirikan perusahaan dimulai ketika saya mengambil pendidikan S2 dan S3 di Kanada. Kala itu saya memiliki beberapa teman dari berbagai jurusan; electrical engineering, computer science, dan dari kedokteran. Salah seorang dari mereka pernah ditugasi dosennya untuk membuat program untuk melakukan diagnosa pasien. Program tersebut mengimplementasikan sebuah expert system dan mencoba menganalisa penyakit yang diderita oleh pasien berdasarkan data-data yang diberikan oleh pasien tersebut. Kami pikir program ini bisa diteruskan menjadi sebuah program komersial. Selain itu rekan-rekan di kedokteran juga telah menggunakan alat-alat elektronik untuk melakukan operasi. Mereka adalah dokter-dokter muda yang terbiasa menggunakan komputer (e-mail dan sejenisnya). Kemudian timbul ide untuk mengkomputerkan perangkat laparoscopy. Dengan modal dua ide ini kami sepakat untuk membuat sebuah usaha bersama dengan nama Iqra Biomedical. Modal kami tidak banyak karena sebagian besar kami adalah mahasiswa, apalagi saya mahasiswa asing yang notabene keuangannya pas-pasan.
Langkah pertama yang kami lakukan adalah mendokumentasikan semua yang kami miliki dan melakukan pencarian informasi (riset) awal. Setelah itu kami menghubungi sebuah institusi yang bernama IRAP, Industrial Research Assistance Programme yang merupakan bagian atau program dari National Research Council. Misi dari IRAP ini adalah membantu industri kecil dan menengah dalam mengembangkan kemampuannya di bidang teknologi dan inovasi. Saya lupa berapa yang harus kami bayar kepada IRAP waktu itu, mungkin CAN$ 500? (ataukah CAN $100?). Yang saya ingat adalah biayanya terjangkau. Kami berkonsultasi dengan IRAP tentang kemungkinan teknologi dan bisnis kami itu. IRAP kemudian melakukan risetnya dan memberikan hasilnya dalam bentuk sebuah dokumen. Dalam dokumen tersebut ditunjukkan potensi dari bisnis, kelemahan dari bisnis kami, kompetitor kami, pakar-pakar di Kanada yang dapat dihubungi untuk melakukan konsultasi teknologi, dan hal-hal lain yang sangat membantu kami dalam memfokuskan diri. Kami juga diberi kesempatan untuk banyak melakukan konsultasi. Berdasarkan masukan ini, kami meneruskan untuk melakukan usaha tersebut. Sebagai catatan, inisiatif seperti IRAP ini belum ada di Indonesia. Ataupun kalau ada, saya belum pernah mengetahui.
Sayangnya dalam perjalanannya usaha kami ini tidak berhasil karena beberapa hal, antara lain:
- Kami kehabisan dana (untuk menggaji seorang programmer untuk melakukan dokumentasi requirement engineering dan menyewat tempat di basement rumah). Dugaan kami bahwa pekerjaan dapat selesai dalam waktunya ternyata molor.;
- Komitmen dari calon pembeli alat (laparoscopy) masih belum ada karena alat tersebut terlalu advanced waktu itu (sekarang sudah ada yang mencobanya di Itali). Kami mempresentasikannya di depan dokter-dokter di sebuah rumah sakit umum di kota kami. Mereka masih belum dapat menangkap konsepnya. We were ahead of its time;
- Biaya untuk melakukan pengujian di bidang medical sangat mahal (karena menyangkut manusia sehingga harus hati-hati); Kami harus mendatangkan pakar dari beberapa kota untuk mengevaluasi produk jika sudah jadi. Ini terlalu mahal.
Akibatnya usaha tersebut berhenti di tengah jalan. Namun kami akan mencobanya kembali. Sampai sekarang belum terlaksana.
ISP: Canada Overdrive Online
Tahun 1995 Internet mulai boleh digunakan untuk keperluan komersial. Akses ke Internet mulai dibuka untuk masyarakat umum. Mulailah muncul industri akses Internet yang dikenal dengan nama Internet Service Provider (ISP). Akhirnya kami pun mendirikan perusahaan ISP dengan nama Canada Overdrive Online (COOL) yang dimulai dari basement rumah dengan modal sebuah komputer, sebuah modem, dan sebuah koneksi ISDN. Sebagai catatan, waktu itu belum ada satu ISP yang sangat dominan seperti AOL saat ini. AOL masih kecil akan tetapi tumbuh dengan cepat. Waktu itu kami berharap dapat menjadi AOL-nya Kanada. Itulah sebabnya nama usahanya agak nyerempet AOL.
Semenjak Netscape sukses besar dengan IPO (Initial Public Offering) di bursa saham, banyak orang yang ingin mendirikan perusahaan high-tech dan kemudian melaju ke IPO. Inilah awal dari munculnya “dotcom”. Usaha kami pun mulai diminati oleh beberapa orang di komunitas. Mulailah kami membuat dokumen bisnis, meresmikan bisnis (incorporated), dan menjual saham diantara “friends and family”. Terus terang kami tidak mengetahui teori-teori bisnis (khususnya start-up) yang kemudian mulai muncul. Bisnis kemudian meningkat sehingga kami harus pindah ke sebuah ruko dengan menyewa saluran telepon yang lebih banyak.
Namun nampaknya bisnis ISP tidak semudah yang disangka. Persaingan sangat ketat dan diperlukan investasi terus menerus karena kemajuan teknologi. Modem yang tadinya hanya 9600 bps, harus diganti ke 33,6 kbps. Baru selesai pergantian (investasi), harus diganti lagi dengan 56 kbps. Implikasinya adalah keuntungan tak kunjung datang karena keuntungan harus diinvestasikan kembali. Bahkan untuk menjaga agar kompetitif dan break even, kami harus meningkatkan jumlah saluran telepon.
Pada akhirnya bisnis kami ini harus kami jual kepada orang lain karena kami tidak mampu mengurusi sisi bisnisnya. Kami kebetulan adalah orang-orang teknis yang melihat kesempatan (opportunity), akan tetapi tidak memiliki latar belakang bisnis yang cukup kuat untuk menghadapi tantangan bisnis.
Pelajaran yang saya peroleh dari bisnis ini:
- Bisnis ISP merupakan bisnis yang tidak terlalu menguntungkan. Itulah sebabnya saya cukup heran ketika kembali ke Indonesia dan banyak orang ingin mendirikan ISP. Saya berikan saran-saran berdasarkan pengalaman saya. Namun iming-iming untuk menjadi sukses lebih dominan.
- Bisnis yang sangat ditentukan oleh teknologi seperti ini harus selalu merencanakan perkembangan teknologi agar tidak melakukan investasi terus menerus dan tidak kunjung break-even.
- Sebaiknya bisnis dijalankan oleh orang yang mengerti bisnis, bukan oleh techie (orang teknis). Atau, jika sang techie ingin menjalankannya, maka dia harus mengerti bisnis. Atau, mungkin pelajaran bisnis dimasukkan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan teknis.
Web hosting: Iscom
Model bisnis berikutnya yang mulai berkembang waktu itu adalah web hosting. Maka saya pun tidak ketinggalan. Beserta kawan-kawan (sesama mahasiswa Indonesia yang besekolah di luar negeri) yang tersebar di berbagai penjuru dunia mulai berkeinginan untuk terjun ke usaha web hosting lengkap dengan programmingnya dengan nama Iscom. Lagi-lagi dimulai dari mengumpulkan dana sesama mahasiswa Indonesia.
Sayangnya bisnis ini juga gagal. Bagi saya sangat berat untuk mempertanggung-jawabkan hilangnya uang rekan-rekan yang dititipkan di bisnis ini. Kali ini kegagalan disebabkan oleh:
- Tidak adanya yang mau menekuni sisi bisnis. Kala itu saya sendirian menjalankan hampir semuanya, mulai dari setup sistem sampai ke marketing;
- Waktu itu belum banyak orang Indonesia yang mengenal Internet, apalagi web hosting. Lagi-lagi, kami terlalu advanced;
- Model bisnis dari web hosting ternyata juga masih belum jelas.
Perjalanan Berikutnya
Akhir tahun 1997, saya kembali ke Indonesia di tengah badai krisis moneter. Kegagalan membuat bisnis di Kanada tersebut tidak membuat saya jera. Saya coba kembali membuat beberapa usaha di Indonesia.
Konsultan: Insan Komunikasi, Insan Infonesia
Sebelum pulang ke Indonesia, kami sempat mendirikan sebuah perusahaan yang memfokuskan diri ke jasa konsultasi teknologi informasi dengan nama Insan Komunikasi (dimana ada kemiripan nama dengan Iscom) yang kemudian akhirnya berganti nama menjadi Insan Infonesia. Kali ini kami memulai dari keluarga sendiri dengan langkah yang perlahan-lahan. Perusahaan ini sampai sekarang masih bertahan, meski masih kecil. Mudah-mudahan perusahaan ini bisa menjadi contoh sukses.
Venture Capital: INDOCISC
Bisnis dotcom mulai meledak di tahun 1999 dan 2000. Muncullah entity yang bernama venture capital di dalam peta bisnis Information Technology (IT) di Indonesia. Venture capital sendiri sebetulnya bukan sesuatu yang baru di dunia IT. Namun di Indonesia, ini masih sesuatu yang baru. Saya pun kemudian terbujuk untuk mencoba usaha dengan bantuan venture capital dari Korea. Tadinya saya tidak berkeinginan untuk membuat usaha ini karena toh sudah ada perusahaan (Insan Komunikasi, lihat bagian sebelumnya). Namun akhirnya saya tertarik juga untuk mencoba bekerja-sama dengan venture capital. Mulailah kami membuat badan usaha yang bernama INDOCISC dengan bidang: community system development dan security. (Pada akhirnya kami memfokuskan pada bidang security.)
Dari INDOCISC ini kami juga mengembangkan badan usaha lain yang bergerak dalam bidang pengembangan komunitas dan SDM, serta penempatan SDM IT di luar negeri. Sayangnya badan usaha lain ini tidak berjalan dengan semestinya. Hal ini disebabkan karena:
- Kurangnya orang yang fokus dalam penjalankan bisnis tersebut. Kesulitan mendapatkan SDM yang dapat menjalankan bisnis merupakan salah satu kendala besar. SDM yang berkutat di bidang teknis tidak terlalu masalah (meskipun masih kekurangan juga);
- Jatuhnya bisnis dotcom (bubble bust) di seluruh dunia sehingga membuat banyak perusahaan IT tutup;
- Ketidak-cocokan antar pendiri dan pemegang saham. Ketika masalah muncul, maka mulai nampak karakter dari masing-masing. Kecocokan pada tahap awal belum menjadi jaminan akan cocok terus. Hal ini sudah berulang kali terjadi.
INDOCISC sendiri akhirnya memfokuskan diri dalam bidang security dan tidak menangani lain-lainnya (meskipun kami bisa). Adanya fokus ini ternyata membawa berkah karena dia menjadi dikenal dalam bidang security. Untuk pekerjaan yang non-security, INDOCISC bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan lain yang lebih fokus dan kompeten di bidangnya. Misalnya, jika ada yang menawarkan pekerjaan untuk melakukan desain web, kami sarankan untuk menghubungi partner kami yang memang fokus kepada usaha tersebut. Pelajaran baik yang dapat dipetik:
- Fokuskan pada satu bidang atau kompetensi tertentu. Jangan mau semua (meskipun bisa). Dalam bahasa Inggris dikenal peribahasa: “Jack of all trades, master of none”.
- Giat dalam bidang Research & Development (R&D). Kami tahu bahwa kekuatan dari kami adalah pada sisi R&D nya.
- Dekat dengan perguruan tinggi merupakan salah satu keuntungan untuk mendapatkan SDM (untuk melakukan R&D), teknologi, dan ide-ide. Perguruan tinggi merupakan tempat yang relatif aman dan murah untuk menguji dan mengeksplorasi ide. Mahasiswa merupakan tenaga murah yang dapat dilibatkan dalam pengembangan. Sementara itu mahasiswa senang dilibatkan karena dia mendapatkan pengalaman industri yang nantinya bisa menjadi track record dia ketika dia selesai.
Pengamatan lain dalam perjalanan ini
Selain mendirikan perusahaan, saya masih aktif mengajar dan meneliti di perguruan tinggi. Dalam pergaulan di kampus dan dengan industri ada beberapa komentar yang dapat saya tangkap:
- Kadang-kadang perguruan tinggi menjadi pesaing bagi industri kecil dan menengah. Ini dianggap kurang fair bagi entrepreneur. Bukannya mereka dibantu, mereka malah disaingi oleh perguruan tinggi. Ada istilah entrepreneur university yang menurut saya agak keliru. Ternyata yang dimaksud dengan entrepreneur university adalah sang perguruan tinggi-nya lah yang menjadi entrepreneur. Padahal seharusnya mahasiswanya, lulusannya, dan mungkin dosennya yang didorong dan didukung untuk menjadi entrepreneur, bukannya malah ditandingi. Situasi ini tidak kondusif.
- Beberapa perguruan tinggi mengungkapkan ingin mendorong mahasiswanya untuk menjadi entrepreneur. Namun pada kenyataannya belum ada laboratorium atau kurikulum yang mendukung ke arah sana. Jadi pernyataan atau keinginan tersebut masih terbatas pada lip service. Hal ini perlu diubah jika memang perguruan tinggi serius ingin menciptakan entrepreneurs.
- Perguruan tinggi masih belum serius dalam mengijinkan stafnya (dosen) untuk terjun membuat usaha (menjadi entrepreneur). Perlu dibedakan antara dosen yang mengerjakan proyek (mroyek) dan dosen yang ingin mengembangkan industri dimana dia merupakan salah satu pemain di industri tersebut. Keduanya masih dianggap sama. Padahal yang terakhir ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan menjadi contoh nyata (riil) bagi mahasiswa. Kesuksesan seorang dosen masih diukur dengan ukuran konvensional (seperti jumlah makalah).
- Belum adanya insentif dan program dari Pemerintah. Yang ada baru program-program yang sekedar “wah” (sehingga nama pejabat yang bersangkutan dikenal) namun tidak memiliki visi dan langkah yang jelas dan nyata bagi pelaku bisnis.
- Kebanyakan mahasiswa masih berjiwa “ingin kerja ke perusahaan orang lain”. Opsi mengembangan usaha sendiri baru muncul belakangan ini dan masih belum populer.
Pelajaran Yang Diperoleh
Pada bagian ini saya ingin merangkumkan pelajaran yang kami peroleh dalam mendirikan menjalankan start-up. Beberapa sebab kegagalan, antara lain:
- Teknologi dan produk yang dihasilkan terlalu advanced sehingga belum diminati. Biasanya produk ini di-drive oleh para insinyur (techie, engineers).
- Belum ada inisiatif dari Pemerintah Indonesia untuk membantu industri kecil seperti ini. Bahkan, ada “gangguan” seperti perpajakan untuk perusahaan yang baru tumbuh. Seharusnya ada inisiatif untuk membantu industri kecil dengan menangguhkan perpajakan sampai perusahaan yang bersangkutan benar-benar stabil (misalnya dengan membebaskan dari pajak sampai 10 tahun seperti dilakukan di Malaysia atau Taiwan). Adanya insentif ini membuat pelaku bisnis semangat untuk melakukan investasi dan membuka lapangan kerja. Topik ini merupakan hal yang penting dan perlu dibahas secara terpisah.
- Belum ada bantuan dari Pemerintah Indonesia, seperti halnya adanya program IRAP (Industrial Research Assitance Program) di Kanada. Program bantuan yang ada masih bersifat proyek yang selesai setelah dana berhenti. Industri kecil terpaksa belajar sendiri dari kegagalannya. Jika digabungkan kegagalan-kegagalan yang dialami oleh semua industri kecil, jumlahnya akan besar. Ini merupakan pelajaran yang sangat mahal.
- Kurangnya SDM yang dapat menjalankan bisnis (bukan sisi teknis) yang mengerti teknologi. (Kemana saja lulusan ekonomi dan management?)
- Keharmonisan antara pendiri, pemegang saham, dan yang menjalankan bisnis belum tentu langgeng. Perlu dibuatkan aturan main (sistem) yang disepakati bersama pada awalnya sehingga tidak terjadi perpecahan di tengah jalan.
- Kehebatan teknis bukan menjadi jaminan kesuksesan sebuah bisnis.
Sementara itu pelajaran lain yang diperoleh dari usaha mendirikan start-ups antara lain:
- Pendirian usaha biasanya dimulai dari beberapa orang yang memiliki ide. Kemudian pendanaan dimulai dari beberapa orang ini ditambah dari kawan-kawan. Istilah yang umum adalah dari “friends and family”. Nampaknya ini adalah rule of thumb dalam mendirikan start-up. (Banyak buku yang membahas hal ini dan teori yang ada di buku tersebut memang benar karena telah saya alami.)
- Fokus kepada satu bidang atau kompetensi merupakan salah satu kunci kesuksesan. Jangan rakus dan mau semua.
- Orang teknis sebaiknya diberi bekal atau pengetahuan (wawasan) tentang bisnis. Pendidikan di perguruan tinggi yang memiliki jurusan teknis perlu diubah untuk mengakomodasi hal ini.
Kesimpulan
Mendirikan sebuah usaha start-up ternyata tidak mudah. Banyak hal yang tidak diketahui pada saat mendirikan perusahaan. Banyak perusahaan start-up yang mati di tengah jalan dikarenakan berbagai alasan yang telah diuraikan pada tulisan ini.
Saya pribadi masih terus belajar (dan siap jatuh bangun) mengembangkan bisnis yang bernuansa teknologi. Mudah-mudahan apa yang saya jalankan dapat menghasilkan sesuatu yang sukses besar sehingga dapat dijadikan contoh untuk memotivasi calon-calon entrepreneur baru.
Pengusaha Berani Berinovasi
Kunci sukses seorang pengusaha di dalam memenangkan pasar adalah kekuatan peranan dalam berinovasi dan menciptakan ide-ide brilian dalam menembus market share.
Pentingnya inovasi ini telah mengubah banyak segi kehidupan manusia saat ini. Coba Anda bayangkan apalah arti tanaman tanpa inovasi semuanya hanyalah alang-alang. Apalah arti semua mineral tambang tanpa inovasi, semuanya tak lebih hanyalah batu-batuan. Tanpa inovasi Anda tidak akan pernah belajar, pohon tidak akan pernah menjadi lembaran kertas.
Dari sekian banyak syarat pengusaha, inovasi adalah salah satu syarat mutlak dan akan menjadi penunjang keberhasilan seorang entrepreneur atau pengusaha. Seorang pengusaha menjadi sukses karena mampu menciptakan ide atau gagasan baru yang cemerlang. Misalnya, menciptakan gagasan baru dalam pengembangan produk atau terciptanya ide bagi peluang usaha baru yang tidak pernah terpikirkan oleh orang lain. Untuk mendukung kesuksesan dalam menciptakan ide ini, buatlah ide atau gagasan yang unik atau berbeda dari yang telah ada di pasaran.
Untuk memulai sebuah usaha, Anda jangan takut membuka sebuah usaha di tempat yang telah banyak pemainnya. Dengan banyak pemain pada sebuah lokasi, hal ini memiliki keuntungan yaitu diciptakan sebuah komunitas dan citra. Misalnya, untuk membeli handphone di Jakarta, seseorang akan selalu teringat dengan Roxy, untuk mencari buku di Jakarta Anda tinggal datang ke Kwitang–Senen, orang Yogyakarta akan menuju kawasan Shopping Center, untuk mencari jajanan khas Semarang orang akan terpikir untuk mencarinya di kawasan Jalan Pandanaran yang khusus menjaja makanan khas Semarang.
Lalu bagaimana mensiasati persaingan dengan banyaknya pemain lain di dalamnya. Yang diperlukan adalah sebuah inovasi dari pengusaha itu sendiri. Yang perlu diciptakan adalah bagaimana Anda membuat sebuah diferensiasi (perbedaan) atau keunikan usaha Anda. Sehingga Anda memiliki sebuah usaha yang berbeda dan akan dilirik oleh orang lain.
Untuk menjadi pengusaha sukses dan tangguh melalui inovasi, Anda harus menerapkan beberapa hal berikut:
1. Seorang pengusaha harus mampu beripikir secara kreatif, yaitu dengan berani keluar dari kerangka bisnis yang sudah ada. Untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
2. Seorang pengusaha juga harus bisa membaca arah perkembangan dunia usaha. Misalnya, saat ini sedang maraknya penggunaan Teknologi Informasi dalam dunia bisnis.
3. Seorang pengusaha harus dapat menunjukkan nilai lebih dari produk yang dimilikinya, agar konsumen tidak merasa produk yang ditawarkan terlalu mahal.
4. Seorang pengusaha perlu menumbuhkan sebuah kerjasama tim, sikap leadership, kebersamaan dan membangun hubungan yang baik dengan karyawannya.
5. Seorang pengusaha harus mampu membangun personal approach yang baik dengan lingkungan sekitarnya dan tidak cepat berpuas diri dengan apa yang telah diraihnya.
6. Seorang pengusaha harus selalu meng-upgrade ilmu yang dimilikinya untuk meningkatkan hasil usaha yang dijalankannya. Hal ini dapat ditempuhnya dengan cara membaca buku-buku, artikel, internet, ataupun bertanya pada ahlinya.
7. Terakhir dan yang terpenting, seorang pengusaha harus bisa menjawab tantangan masa depan dan mampu menjalankan konsep manajemen dan teknologi informasi. Hal ini bertujuan untuk mempelajari segala situasi bisnis atau usaha yang cepat berkembang dan berubah sangat cepat. Untuk itu perlunya daya kreativitas yang tinggi, analisis yang baik, intuisi yang tajam, kemampuan networking yang mendukung, serta strategi jitu dalam memasarkan produk atau jasa yang dimilikinya.
Inovasi bukanlah berarti menciptakan sebuah produk baru. Inovasi dapat berwujud apa saja, mulai dari, baik dalam bentuk jasa maupaun produk. Inovasi juga bisa dilakukan dengan mengamati produk atau jasa yang sudah ada, kemudian melakukan modifikasi untuk membuat hasil yang lebih baik. Atau dari modifikasi tersebut akan melahirkan sebuah produk baru lagi.
Cara berinovasi ala Jepang adalah dengan prinsip ATM; Amati, Tiru, Modifikasi. Itulah salah satu metode yang dapat dilakukan. Misalnya, dalam dunia otomotif, Jepang bukanlah negara yang menciptakan mobil, melainkan hanya dengan meniru bangsa lain yang menciptanya kemudian mereka membuat sendiri mobil hanya dengan sedikit modifikasi dan kreativitas, jadilah Jepang sebagai salah satu negara produsen mobil terbesar di dunia.
Kemampuan seorang entrepreneur dalam berinovasi sangat menentukan keberhasilan bisnis di masa depan. Karena mereka mampu menyikapi perubahan pelanggan, dan para pesaingnya dalam dunia bisnis. Oleh karena itu, jika Anda ingin sukses membangun usaha, jadilah individu atau pengusaha yang aktif dan kreatif sehingga dapat menyalurkan ide secepat mungkin sebelum didahului oleh orang lain.[]
* Efvy Zamidra Zam tinggal di Semarang. Direktur Pemasaran Penerbit Neomedia Press (Group) dan Editor Penerbit Vyctoria Group. Penulis sudah menulis 30 lebih judul buku tentang komputer dan IT. Ia dapat dihubungi di: efvy2k@yahoo.com.
Sabtu 09 September 2006
Optimasi Windows XP (1)
Memory dan Kinerja
Microsoft menganjurkan bahwa komputer yang menjalankan Windows XP paling sedikit harus mempunyai memory sebesar 128 MB (rekomendasi 256 MB, untuk main Game 3D 512 MB). Dengan memory sebesar ini, Windows XP dapat secara konsisten menunjukkan keunggulannya dari Windows sebelumnya. Banyak user memperbesar jumlah memory-nya untuk memaksimalkan kemampuan multimedia dan mendapatkan kinerja yang lebih baik.
Secara umum, penambahan memory merupakan cara yang paling mudah dan paling efektif untuk meningkatkan kinerja komputer. Walaupun dianjurkan, Windows XP tidak memerlukan RAM sebesar 128 MB. Operating system ini dapat berjalan dengan RAM sebesar 64 MB. Untuk aktivitas seperti web browsing, e-mail, dan aktivitas lainnya, dengan RAM sebesar 64 MB Anda akan mendapatkan kinerja yang ekivalen dengan Windows Millenium Edition (Windows Me).
Faktor Lain yang Mempengaruhi Kinerja
Terlepas dari aplikasi yang digunakan, kecepatan CPU dapat mempengaruhi kinerja. Windows XP tidak memerlukan hardware yang tinggi-minimum Pentium II 300 MHz-tetapi sistem dapat lebih maksimal dengan hardware yang lebih cepat. Operating system, khususnya user interface (UI) Windows XP, sensitif terhadap sistem grafis dan driver grafis. Video card onboard akan mempermudah pemrosesan RAM yang digunakan oleh operating system dan aplikasi.
Mengatur Waktu Processor
Pemrosesan sistem diatur oleh Windows yang dapat mengalokasikan tugas antara processor, termasuk mengatur beberapa proses pada satu processor. Namun, Anda dapat mengeset Windows untuk mengalokasikan lebih banyak waktu processor ke program yang sedang dijalankan. Hal ini menghasilkan waktu respon program yang lebih cepat. Atau, jika Anda mempunyai program background, seperti printing atau disk back-up yang ingin dijalankan selagi bekerja, Anda dapat mengatur Windows agar membagi rata processor antara program background dan foreground.
Mengatur Memory Komputer
Pada waktu komputer Anda mulai kehabisan RAM dan ia membutuhkan tambahan dalam waktu singkat, Windows menggunakan ruang harddisk untuk menyimulasikan RAM sistem. Hal ini dikenal sebagai virtual memory atau sering disebut paging file. Ini mirip dengan swapfile UNIX. Ukuran default untuk file virtual memory (bernama pagefile.sys) yang dibuat pada waktu instalasi adalah 1,5 kali jumlah RAM pada komputer Anda.
Anda dapat mengoptimalkan penggunaan virtual memory dengan membaginya ke beberapa drive dan memindahkannya dari harddisk yang lambat atau yang sering diakses. Cara paling baik untuk mengoptimalkan ruang virtual memory adalah sedapat mungkin membaginya ke banyak harddisk.
Anda dapat mengoptimalkan penggunaan memory komputer. Jika lebih banyak menggunakan komputer sebagai workstation, bukan sebagai server, Anda dapat mengalokasikan lebih banyak memory ke program Anda. Program Anda akan bekerja lebih cepat dan dan ukuran cache sistem Anda akan mempunyai ukuran sebesar default Windows XP. Anda juga dapat mengalokasikan lebih banyak memory komputer unuk mendapatkan cache sistem yang lebih besar, jika komputer digunakan sebagai server atau jika Anda menggunakan program yang membutuhkan cache yang lebih besar.
Mengubah Efek Visual
Windows menyediakan beberapa pilihan untuk mengeset efek visual komputer Anda. Sebagai contoh, Anda dapat menampilkan bayangan di bawah menu, serta memberi mereka tampilan 3-D. Anda dapat meminta Windows untuk menampilkan seluruh isi suatu jendela pada waktu Anda memindahkannya pada layar. Agar teks lebih mudah dibaca, Anda dapat memperhalus font layar. Anda juga dapat menjalankan tampilan web pada folder, yang akan menampilkan sejumlah hyperlink dan informasi pada bagian kiri jendela folder.
Windows menyediakan pilihan untuk menjalankan semua setting (untuk tampilan terbaik), atau mematikan semua setting (untuk kinerja komputer terbaik). Anda juga dapat mengembalikan setting default awal.
Panduan Memilih Drive untuk Virtual Memory
Pertama, cobalah untuk menghindari penggunaan pagefile pada drive yang sama dengan file sistem. Kedua, hindari penempatan pagefile pada drive yang fault-tolerant, seperti mirrored volume atau RAID-5 volume. Pagefile tidak butuh fault-tolerance, dan beberapa sistem fault-tolerance mempunyai kecepatan penulisan data yang rendah karena mereka menulis data ke beberapa lokasi. Ketiga, jangan tempatkan beberapa pagefile di partisi yang berbeda pada harddisk fisik yang sama.
Mengubah Kinerja Program Background dan Foreground
1. Buka System pada Control Panel.
2. Pada tab Advanced, di bawah Performance, klik Settings.
3. Pada tab Advanced, di bawah Processor scheduling, lakukan salah satu hal berikut:
* Klik Program untuk memberikan lebih banyak resource processor ke program foreground dibanding program background.
* Klik Background Services untuk membagi rata resource processor ke semua program.
Catatan:
* Untuk membuka System, klik Start, klik Control Panel, dan kemudian klik ganda System.
* Memilih Program akan mempercepat respon program foreground. Jika Anda menginginkan tugas background, misalnya Backup utility, untuk berjalan lebih cepat, pilih Background services.
* Programs mengalokasikan bagian waktu (time slices) atau quanta yang lebih pendek dan bervariasi, sementara Background services mengalokasikan quanta yang panjang dan tetap.
Mengubah Ukuran File Virtual Memory
1. Buka System pada Control Panel.
2. Pada tab Advanced, di bawah Performance, klik Settings.
3. Pada tab Advanced, di bawah Virtual memory, klik Change.
4. Di bawah Drive [Volume Label], klik drive yang berisi file paging yang ingin Anda ubah.
5. Di bawah Paging file size for selected drive, klik Custom size, dan masukkan ukuran file paging yang baru dalam megabyte pada Initial size (MB) atau Maximum size (MB), dan kemudian klik Set.
Jika menurunkan ukuran initial atau maximum, Anda harus me-restart komputer untuk melihat efek perubahan tersebut. Pada waktu memperbesar biasanya tidak membutuhkan restart.
Catatan:
* Supaya Windows memilih ukuran file paging yang terbaik, klik System managed size.
* Untuk kinerja terbaik, jangan set initial size kurang dari ukuran minimum yang dianjurkan di bawah Total paging size for all drives. Ukuran yang dianjurkan adalah ekivalen dengan 1,5 kali RAM pada kompter. Biasanya, Anda harus membiarkan file paging pada ukuran yang dianjurkan, meskipun Anda dapat memperbesar ukurannya jika Anda sering menggunakan program yang membutuhkan banyak memory.
* Untuk menghapus file paging, set initial size dan maximum size ke mol atau klik No paging file. Microsoft sangat menganjurkan bahwa Anda tidak mematikan atau menghapus paging file. - Gunung Sarjono
komputer cepat (1)
Tidak ada salahnya menggunakan komputer apa adanya. Tentu saja, ada risikonya. Misalnya, komputer kian hari kian lambat. Padahal perawatan sudah dijalankan. Baik meng-update driver, menghapus file sampah, dan beragam perawatan rutin lain.
Berikut ini akan dijelaskan bagaimana cara menanggulangi berbagai permasalahan saat menggunakan PC, baik di rumah maupun di tempat kerja. Kami juga menambahkan cara penyelamatan data e-mail. Selamat mencoba!
Seiring dengan waktu, lama kelamaan PC terasa makin lambat dan ‘berat’. Apa saja yang dapat dilakukan untuk menanggulanginya?
* Selanjutnya mulai ke area operating system. Untuk Windows XP, mulai dengan membuka System Configuration Utility. Pada tab BOOT.INI, beri tanda (P) pada “/NOGUIBOOT”. Ini akan mempersingkat waktu boot dengan menghilangkan Windows startup screen. Pada tab Startup, seleksi ulang seminimal mungkin item yang sangat dibutuhkan. Hal yang sama juga dilakukan pada service yang dijalankan. Usahakan jumlah service yang ter-load tidak lebih dari 25.
* Windows XP memang tampak begitu memukau pada tampilannya. Jika kebutuhan utama Anda adalah kecepatan dan bukan keindahan, setting ulang interface ini dapat menambah kecepatan. Masuk ke System Properties, pilih tab Advanced. Setting ulang pada pilihan Performance. Kemudian pilih “Adjust for Best Performance” pada tab Visual Effects.
* Menghilangkan wallpaper dan minimalisasi jumlah desktop icon juga dapat mempercepat PC Anda. Kurangi jumlah desktop icon sampai maksimal lima buah.
* Menghilangkan bunyi pada event Start Windows juga akan mempercepat proses boot. Mau lebih cepat lagi? Pilih “No Sounds” pada sound scheme.
* Berapa jumlah font yang terinstal pada Windows Anda? Makin banyak jumlah font yang terinstal akan menambah berat beban kerja PC Anda. Windows secara default menyertakan sejumlah kurang dari 100 font. Usahakan jumlah font yang terinstal pada kisaran 150 font.
* Anda rajin meng-update driver? Bagus. Namun tahukah Anda, file-file yang digunakan driver lama Anda dapat memperlambat PC. Cara paling mudah menggunakan utility tambahan seperti Driver Cleaner. Utility ini membersihkan driver nVidia dan ATI terdahulu. Driver Cleaner 3.0, juga dapat membersihkan driver lama beberapa chipset motherboard, sound card, dan lain-lain.
Tips untuk WIn98 yang memorinya kecil
Ini khusus untuk anda yang memori RAM-nya kecil (<512 MB), anda bisa mengalokasikan virtual memori sendiri, caranya klik kanan di "My Computer" terus cari bagian setting virtual memori, alokasikan sekitar 300-1000 MB (atau lihat kondisi besarnya harddisk anda), proses ini akan mempercepat Windows untuk mengakses virtual memori, apalagi kalau memori RAM anda cuma 128 MB.
Tips mempercepat Windows XP
Anda bisa mempercepat akses Windows XP anda dengan mematikan semua fitur grafik dan efek di WinXP. Caranya anda klik kanan di My Computer, terus pilih My properties, setelah itu tekan tombol Performance Setting, matikan semua fitur yang anda rasa tidak perlu atau anda bisa memilih adjust for better performance.
Kalau untuk browsing dan memori anda pas-pasan (256 MB-512 MB), anda bisa memilih Mozilla FireFox. Untuk membuka 25 situs dalam 1 windows memakai tab, FireFox cuma butuh memori 55 MB, kalau Internet Explorer hampir 2-3 kali lipat memakai memori lebih besar.
Selain itu untuk mempercepat akses kedua Windows di atas dan menjaga kestabilan serta gangguan sistem keamanan akibat trojan, virus, maupun spyware, anda bisa memakai program speed up yang ada di http://click2clean.e-games.com.my/Speedup/speedup.asp
Matikan semua startup anda yang tidak perlu di windows, caranya pilih "run" di "start" menu terus ketik "msconfig" terus pilih "startup" di pojok kanan, lalu matikan semua startup yang anda anggap tidak berguna.
















Komentar terakhir